Miracles Happen at KOI

 

Miracles Happen at KOI

Mukjizat di tengah-tengah perjuangan putra-putri Indonesia untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik

 

KOI atau Komunitas Organik Indonesia awalnya diberi nama CIQHaL, singkatan dari Community of Indonesian Quality & Healthy Living. Sesuai namanya, CIQHaL adalah sebuah komunitas yang ingin memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan menyediakan produk dan jasa yang terbaik, berkualitas dan bermanfaat positif.

 

Organic Heart Organic Mind

Dalam perjalanannya, CIQHaL merubah namanya menjadi KOI agar lebih mudah diingat, dan kata ‘Organik’ disitu memberikan arti kehidupan yang ‘Organis’, bukan saja pada produknya, tetapi justru yang terpenting adalah manusianya. Organic Heart-Organic Mind, itulah mentalitas yang dibangun dalam komunitas, sehingga otomatis produk dan jasa yang akan dihasilkannya juga akan terbaik, berkualitas, dan bermanfaat positif bagi semua orang.

KOI mengedukasi semua orang, memberikan pelayanan informasi bagi siapapun, dan berusaha menyediakan produk dan jasa yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat inilah yang ditumbuhkan, dibangun dan dipelihara oleh semua yang tergabung didalamnya.

Tahun 2009, KOI mengawali dengan pertemuan bulanan. Ketika itu dimulai dengan kurang dari 5 UKM yang bergabung, dan mengundang sekitar 15-20 orang untuk datang ke acara. Kini, KOI berisikan kurang lebih 80 UKM yang bergerak dibidang Organic, Green & Healthy, dengan anggota individu lepas hingga 18.000 orang yang tergabung dari berbagai komunitas.

Dari tahun ke tahun, KOI sering sekali mendapatkan bantuan yang luar biasa dari berbagai pihak. Di tahun 2010, KOI digandeng oleh Masima dan membesarkan Social Media serta melebarkan keanggotaannya. Lalu di akhir 2010 dengan tangan hangat Mike Rini Sutikno, KOI berkembang dengan lebih banyak lagi bantuan dari luar.

 

Mukjizat I, OGH Expo 2011

Tahun 2011 KOI bersama-sama Aliansi Organis Indonesia dan Seputar Indonesia berhasil menyelenggarakan suatu acara akbar dengan nama Organic, Green & Healthy Expo I, 2011. KOI dibantu 100% oleh CNI yang memberikan dengan gratis seluruh ruangan di gedung barunya yang mewah, dengan segala fasilitasnya.

Banyak pihak tidak percaya bahwa KOI bisa membangun suatu perhelatan akbar seperti itu, yang mendatangkan kurang lebih 80 UKM dari seluruh Indonesia, puluhan acara berbagai ragam, dan sekitar 2000 pengunjung yang hadir, tanpa biaya sama sekali. Namun itulah yang sebenarnya terjadi. Mukjizat, kata mereka!

 

Mukjizat II, Partisipasi di Berbagai Expo

Tahun 2011 akhir setelah OGH Expo, KOI menjadi semakin solid dengan beberapa UKM bergabung dan menyatakan diri siap untuk menjadi aktifis dan pengurus komunitas bersama-sama. Kegiatan semakin sering dilakukan, selain dari KOI Monthly Gathering itu sendiri.

Tercatat hingga kini sudah 22 kali Gathering dilakukan oleh KOI dan 20 kali terundang dan berpartisipasi dalam Expo / Pameran pihak lain seperti Investo, GreenBanking, GreenFest, GreenRight, Sedap Saji, dll.

Di setiap acara dan juga partisipasi dalam Expo, KOI tidak pernah diminta untuk membayar booth. Bahkan KOI belakangan ini bukan cuma diberikan 1 booth saja, melainkan seringkali 2 hingga 3 booth bahkan pernah mendapatkan booth ukuran 30m2 di Jakarta Convention Centre! Dan itu gratis, termasuk slot waktu untuk promosi dan talkshow. Mereka bilang itu Mukjizat!

 

Mukjizat III, Kerjasama dengan Banyak Pihak

Sejak tahun 2011 itu juga, KOI banyak sekali bekerjasama dengan berbagai pihak yang tertarik dengan KOI dan siap untuk melakukan banyak hal bersama.

Diantaranya saja, KOI sudah melakukan kerjasama secara resmi maupun informal dengan:

·         Seputar Indonesia dan MNC Group

·         Sekar, Prevention, Readers Digest Indonesia

·         DFM, Greenradio, Bahana, Propertimedia

·         CNI – Direct Selling dari Indonesia dengan 70% produk lokal yang sudah diexport

·         Mazda Indonesia dan Fleishman Hillard, Marcomm Company

·         Slow Food International

·         AUMI dan Kadin dibawah Pak Ilhamy Elias

·         Prasetiya Mulya

·         William Wongso Kuliner

·         NOVA dan Klub Nova

·         Clean Batik Initiative – EKONID

·         BTPN – Bank Tabungan Pensiun Nasional

·         Dan masih banyak lagi

Kerjasama-kerjasama ini diluar dari jejaring dengan banyak sekali pihak ketika KOI diundang dalam berbagai acara. Sehingga banyak sekali expose dan publikasi yang didapatkan oleh KOI. Mereka bilang ini Mukjizat!

 

Mukjizat IV, KOPSI dan Keberlanjutan Kepanitiaan

Bulan April 2012, KOI berhasil mengumpulkan lebih dari 70 orang yang ingin bergabung dan membentuk Koperasi. Mereka berniat untuk berkumpul dalam rangka membuat Indonesia menjadi lebih baik, melalui KOI dan gerakan Koperasinya:  KOPSI – Koperasi Produk Sehat Indonesia.

Syarat mengumpulkan 70 orang bukan perkara mudah, apalagi dengan visi yang sama membangun Indonesia yang lebih baik bersama KOI. Namun mereka semua berkumpul, dimotori oleh 12 orang pengurus inti Koperasi.

Kini KOI sudah dipimpin oleh sebuah team beranggotakan 12 orang dengan jabatan Pembina, Pengawas dan Pengurus KOPSI. Kini, KOI bukan lagi diprakarsai oleh segelintir orang dari segelintir UKM saja, melainkan oleh sebuah wadah organisasi yang resmi dan jelas! Berbagai langkah, platform, kebijakan dan tujuan menjadi lebih terarah. Perkembangan yang sangat positif dan terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Kurang dari 3 tahun. Mereka bilang itu Mukjizat!

 

Duta KOI, Mukjizat lainnya

Dan didalam KOI sendiri sudah terbentuk kepanitiaan non-formil yang sudah sangat siap untuk melakukan deal dengan berbagai pihak, melakukan lobby kerjasama, dan juga tampil di muka umum untuk menyampaikan materi edukasi mengenai hidup sehat dan organis. Kini Duta KOI bermunculan dari dalam tubuh komunitas sendiri. Semakin banyak, semakin solid dan semakin kompeten. Mereka bilang ini Mukjizat!

 

Mukjizat berikut: OGH Expo II, 5-7 Oktober 2012!

KOI kini juga sedang mempersiapkan untuk menyelenggarakan OGH Expo ke Duanya di Tebet Green Mall Oktober nanti.

Sudah lebih dari 80 peserta stand mendaftar ditambah 100 komunitas yang tergabung didalam sentra komunitas Prasetiya Mulya, berbagai rangkaian acara dan kerjasama sponsorship. Banyak hal menarik yang sudah terprogram akan ada di OGH Kedua ini, termasuk dukungan penuh dari Pak William Wongso.

Kali ini KOI mendapat lokasi di Mall yang berkembang dan semakin ramai, dan diijinkan untuk menggunakan seluruh ruang terbuka di 3 lantainya termasuk Ballroom berkapasitas 700 orang. KOI mendapatkannya secara gratis untuk 3 hari. Mereka bilang itu Mukjizat juga!

Banyak mukjizat terjadi di KOI, termasuk hal-hal yang kecil-kecil yang dialami oleh semua anggota KOI sepanjang aktifitasnya. Setiap aktifitas KOI dilakukan bersama dengan sepenuh hati, dan doa untuk bisa selalu memberikan yang terbaik bagi negeri kita tercinta. KOI akan membuat semua orang, dari segala lapisan, tanpa kecuali, dapat menikmati kehidupan berkualitas!

Mukjizat itu Nyata di KOI!

 

Christopher Emille Jayanata

Komunitas Organik Indonesia

Naniura, Sashimi khas Indonesia

 

KOI-Slowfood Indonesia memperkenalkan Naniura, masakan istimewa berupa IKAN MENTAH khas Indonesia.

Berikut petikan dari Kompasiana mengenai Naniura:

NANIURA, ikan khas batak yang tidak dimasak, seperti Sashimi ikan mentah khas Jepang. Bila orang Batak mendengar naniura, maka  yang pernah memakannya  langsung mengeluarkan air liur dengan mata terpejam….tabo nai…enak sekali. Bagaimana tidak,  ikan yang sudah dilumuri bumbu dan asam jungga (asam batak) ditambah andaliman menciptakan rasa manis ikan yang dibumbu asam dan diwarnai rasa pedas andaliman yang meninggalkan rasa ketir  diujung lidah.

Naniura, tidak sepopuler ikan arsik dan jarang didapat di lapo-lapo Batak atau diarisan-arisan marga, biasanya disajikan pada saat acara Bona Taon para marga-marga Batak. Resep asli Naniura bukanlah ikan mas seperti arsik, tapi ikan yang satu-satunya ada di danau toba atau disebut “Ihan”. Tapi karena  ikan ini susah didapat, maka sekarang orang menggunakan ikan mas. Ihan adalah jenis ikan yang hidup hanya di danau Toba, masih ingat cerita rakyat tentang asal muasal Danau Toba, dimana seekor ikan sakti yang berubah menjadi perempuan kemudian menikah dengan manusia, dan kembali menjadi ikan setelah marah karena suaminya menyebut anaknya adalah anak ikan. Konon ikan itu menjadi Ratu Ikan di Danau Toba, dan dinyakini orang Batak ikan ini terus hidup sepanjang masa.  Ratu ikan ini ditemani ihan-ihan, yang menjadi ciri khas ikan batak.

Masakan naniura, dahulu kala pada jaman Raja-Raja Batak (Red. Di tapanuli sebelum kemerdekaan RI, banyak raja-raja batak di masing-masing daerahnya, salah satu yang terkenal adalah Sisingamangaraja. Sisingamangaraja bukan Raja Orang Batak, tapi salah satu Raja Batak yang paling terkenal), merupakan masakan istimewa dan hanya dihidangkan untuk para raja, oleh karena itu dahulu tidak semua orang boleh memasak naniura, hanya koki kerajaan saja yang boleh memasaknya. (Kompasiana, Elly Maria Silalahi) 

Slow Food Indonesia

Mari dukung gerakan Slow Food di Indonesia, tunjukkan bahwa kita peduli terhadap budaya makanan tradisional Indonesia. Kirim Nama, Alamat, E-mail dan Nomor Telpon ke daftar@slowfoodindonesia.org. Dan menjadi bagian dari pemelihara kelestarian budaya bangsa Indonesia!

 

Presented by KOI - Komunitas Organik Indonesia

KOI mendukung gerakan Slow Food International, yang mengajak masyarakat untuk lebih menghargai masakan asli daerah. Mengangkat budaya, mensejahterakan petani dan produsen kecil, menyehatkan bangsa.

Ikuti perkembangan lainnya di www.KomunitasOrganikIndonesia.org

Our Facebook Page

 
 
 
Syndicate content